Sampah Menjadi Uang Di Bank Sampah

SUMENEP, Detak Berita - Program sampah menjadi uang harus terus dilakukan oleh semua kalangan masyarakat, sehingga keberadaan sampah di Sumenep bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos dari sampah rumah, maupun daur ulang untuk sampah kering, seperti karet, besi dan sebagainya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Patriadi pada Rabu (11/04/2013) di kantornya menjelaskan, sesuai arah pembangunan berkelanjutan, masyarakat semakin diarahkan untuk melaksanakan ekonomi hijau, serta dalam berbisnis harus ramah lingkungan, dan tidak merusak lingkungan.

“Seperti yang kami lakukan di BLH ada Bank Sampah, untuk menampung sampah dari masyarakat untuk dimasukkan sendiri dan ditimbang sendiri, serta hasilnya bisa di tabung untuk membayar listrik dan sebagainya,” ujarnya.

Bahkan, pihaknya memprogramkan dengan Bank Sampah tersebut bisa melaksanakan program membayar listrik dengan sampah, sehingga disamping memiliki nilai ekonomi, juga menjadikan Kabupaten Sumenep bersih, indah dan bebas dari persoalan yang diakibatkan sampah, seperti banjir dan kerusakan lingkungan lainnya.

Sementara yang berjalan selama ini, disamping menerima masukan sampah dari masyarakat umum, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan sejumlah sekolah di Sumenep, untuk menabung dengan sampah pada Bank Sampah di BLH Sumenep.

“Sejak dini anak-anak sekolah sudah terbiasa dengan menabung uang dari sampah-sampah yang dipilihnya di sekolah,” tambahnya.

DB

Share this article

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS