Tiap Caleg PDIP Wajib Setor 500 Suara ke Caleg DPR RI

KENDARI, Detak Berita – Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi dari PDIP se- Sulawesi Tenggara (Sultra), diinstruksikan menyumbang suara kepada Caleg DPR RI masing-masing 500 suara. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sultra, Ir. Hugua kepada wartawan di Kendari, Rabu (11/9/2013).

“Saya mengeluarkan instruksi seperti ini, untuk memenuhi target DPP PDIP merebut satu kursi DPR di setiap daerah pemilihan di seluruh Indonesia,” kata Hugua.

Menurut Hugua, jika setiap caleg PDIP Sultra bisa menyumbang 500 suara kepada Caleg DPR RI dari PDIP di daerah pemilihan Sultra, hampir dipastikan PDIP Sultra bisa menempatkan satu wakilnya di DPR RI di Jakarta.

“Kalau target sumbangan 500 suara kepada Caleg DPR RI dari setiap Caleg PDIP se-Sultra tercapai, suara yang bisa diraih PDIP Sultra paling sedikit 150 ribu suara dari jumlah pemilih sekitar 1,7 juta orang. Dengan perolehan suara sebanyak itu, PDIP Sultra sudah bisa meloloskan satu dari lima orang caleg-nya ke DPR RI,” katanya.

Menurut Hugua, target perolehan satu kursi DPR RI, setiap daerah pemilihan yang disepakati melalui Rapat Kerja Nasional DPP PDIP di Jakarta akhir pekan lalu. Menurut kalkulasi DPP PDIP, jika target satu kursi pada setiap daerah pemilihan itu tercapai, diprediksi PDIP bisa menguasai 27 persen kursi Pemilu legislatif 2014 nanti.

“Kalau PDIP mampu meraih suara 27 persen, hampir dipastikan akan mengusung kadernya sendiri untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2014 nanti,” katanya.

Soal siapa yang akan ditetapkan sebagai calon presiden jelas Hugua, sepenuhnya sudah dipercayakan kepada Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Amanah tersebut diberikan kepada Ketua Umum pada Kongres PDIP di Bali pada tahun 2011 lalu.

“Siapa pun yang ditunjuk oleh Ketua umum Partai menjadi calon presiden, menjadi kewajiban seluruh pengurus, kader dan simpatisan PDIP untuk menyukseskannya,” katanya.

Ditanya apakah ada kemungkinan Ketua Umum DPP PDIP menunjuk Joko Widodo yang saat ini popularitasnya melejit sebagai calon presiden, Hugua mengatakan semua kemungkinan bisa saja terjadi. Yang pasti kata dia, dalam rapat kerja nasional PDIP, Ketua Umum Megawati sudah memberi sinyal perlunya regenerasi kepemimpinan di tubuh PDIP.

“Bagi PDIP, figur presiden saat ini belum terlalu penting untuk dibicarakan. Yang terpenting saat ini, bagaimana PDIP bisa merebut simpati rakyat pemilih hingga 27 persen pada Pemilu legislatif 2014 nanti,” katanya.

DB

Share this article

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS